nyet!
sarkasme, anak kecil sebaiknya tidak membaca ;)
saya adalah musik dari pepohonan yang jatuh, saya adalah luka dari dedaunan oak yang layu. saya adalah butiran hujan dari hari yang abu. saya bahagia dalam kesakitan saya. saya bahagia dalam kehilangan, ataupun ditinggalkan. oleh kamu, oleh dia, oleh mereka, oleh kalian. saya hanya secercah siluet di meja yang coklat dingin di pinggir jendela saat hujan.
sadarlah, saya cuma bayangan. mengikuti dari belakang. rela memberikan semua sinar matahari yang lembut untuk kamu, untuk dia, untuk mereka, untuk kalian. rela memasang telinganya. untuk mendengar. untuk dicerca. untuk dimaki. untuk dipuji. untuk mendapat ucapan “terimakasih”. untuk mendengar “haha dan huhu” yang kalian tumpahkan.
saya kehilangan, raut muka yang dulu sempat mendominasi. yang kalau kamu ketik di ym akan terlihat seperti :( atau bahkan :(( haaaaa saya cuma orang sakit jiwa. yang selalu tertawa, tidak akan menangis. tidak. tidak seperti kalian, tidak. saya adalah rumput layu. yang diinjak oleh rintihan matahari di malam harinya. saya layu namun tidak mati.
saya terus mendefinisikan arti SAYA.
pecundang memang. perengek memang. pengeluh memang. petasan banting memang. melankolis memang. brengsek memang.
lalu kenapa tidak kau buang? sepertinya itu akan lebih baik.
lalu kenapa tidak kau pungut saja, kebahagiaan seperti orang lainnya.
suara biola terdengar, meringis karena mendengarnya, terlalu mengiris. jalani saja hidupmu. jalani, jalani,jalani. tidak lagi mengeluh,mengeluh. tidak lagi peka,tidak mau peka. tidak akan merasa kasihan, tidak untuk dikasihani. jalani seperti orang normal, pasang kembali topengmu? biar mereka rasakan manisnya. rasakan,cicipi dengan lidahnya.
biar nanti topeng ini melekat, membunuh,mengambil nyawanya. menguras semua tenaganya. jadilah baik, untuk kamu, untuk dia, untuk mereka, untuk kalian. jadilah biasa, standard. ratarata. jangan aneh lagi, tidak lagi tidak. senyumi semua orang. tutup hatimu dengan tembok. yang abu dan dingin beri batasan diantara.
jangan lagi memaki. tidurlah malam hari pada jam normal. tidak lagi berimajinasi. redupkan apimu, murkamu, jadilah abu.
tidak senang,tidak sedih.
jadilah abu nyet. setidaknya itu belum hitam. hitam terlalu sendu,terlalu galau,terlalu alay.
abu? itu beda. hahaha.

